BAURAN ENERGI PRIMER NASIONAL, SOLUSI KETAHANAN ENERGI KEKINIAN PEMERINTAH?

aaa

                     Revolusi industry 4.0, mulai mengubah beberapa paradigma suatu negara dan sistemnya untuk selalu mencari alternatif di setiap apa yang menjadi masalah dan apa yang sekarang dibutuhkan. Mulai dari sistem transparansi data melalui e-digital dan ebudgeting,sistem kemudahan taransportasi melaui Gojek dan sejenisnya, dan salah satunya yang menyangkut ketahanan dan potensi sumber daya alam negara ini yakni mengenai keenergian.
Bebicara mengenai kebutuhan energi, semua orang pasti telah mengetahui, apa dan bagaimana setiap negara berusaha menyediakaan pasokan energi untuk kebutuhan masyarakatnya dalam melakukan aktivitas yang diharapkan masyarakat mampu berkontribusi untuk pemerintah di berbagai aspek melalui segala jenis kegiatan yang produktif . Semisal,pemerintah yang akhir-akhir ini sangat gencar-gencarnya melakukan pemerataan pemanfaatan energi ke semua penduduknya melalui bberapa metode seperti pembangunan infrastruktur untuk energi terbarukan dan pendistribusian SPBU dan APMS di berbagai daerah tertinggal. Namun,terdapat beberapa kendala jangka panjang yang mulai dirasakan di sektor pemanfaatan energi primer Indonesia saat ini, yakni energi fosil.
Energi fosil khususnya minyak bumi telah mendominasi sebagian besar kontribusi energi nasional yang diakibatkan oleh kecenderungan pemakaiannya semakin meningkat dari waktu ke waktu. Berdasarkan data tentang Volume Ekspor dan Impor Migas dari Badan Pusat Statistik (BPS), mulai tahun 2004,Indonesia menjadi net importir minyak mentah dengan konsumsi minyak mentah sebesar 1.303 ribu barrel per day menjadi 1.600 ribu barrel per day per tahun 2017 dan proyeksi peningkatan grafik konsumsi akan diprediksikan terus meningkat seiring dengan kebutuhan energi yang semakin tinggi. Di sisi lain, perkembangan proven reserve minyak mentah Indonesia mengalami penurunan dari 5,1 milliar barel di 2001 menjadi 3,3 miliar di 2017 ( BP statistical review,2017). Tentunya pemerintah mulai mewaspadai dengan serta merta melakukan berbagai alternatif solutif, salah satunya konsep energi-mixed atau lebih dikenal dengan konsep bauran energi agar kestabilan energi dalam negeri tetap pada garisnya.
Sebenarnya , konsep bauran energi yang dimulai pemerintah sendiri sedikit mampu mendongkrak beberapa porsi pemanfaatan EBT di Indonesia. Apalagi jika pemerintah mampu mencapai target prosentase dan disiplin terhadap pengendalian penggunaan beberapa energi di setiap tahunnya, maka bukanlah tidak mungkin Indonesia akan mersakan penggantian energi primer yang awalnya lebih bergantung kepada energi fosil menjadi lebih cenderung peningkatan pemanfaatan energi non-fosil. Maka dari itu Pemerintah terus menjaga agar komposisi bauran energi (energy mix) pembangkit tetap optimal. Upaya ini ditempuh melalui pengesahan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero 2018-2027 yang berisi bahwa Pemerintah telah menetapkan target bauran energi pembangkit hingga akhir 2025 untuk Batubara sebesar 54,4%, Energi Baru Terbarukan (EBT) 23,0%, Gas 22,2% dan Bahan Bakar Minyak (BBM) 0,4%. Jika dibanddingkan dengan data SKK Migas tentang penggunaan energi per tahun 2017, peningkatan signifikan terjadi pada pemanfaatan energi baru dan terbarukan yang awalnya 7,7% , dan penurunan signifikan terjadi pada minyak bumi yang pada tahun 2017 sekitar 43,3% penggunaan.
Menurut keterangan Wakil Menteri ESDM, Arcanda thahar, dalam membatasi penggunaan energi dari penggunaan minyak bumi, seiring dengan peningkatan penggunaan energi di sector yang lain, pemerintah berencana meningkatkan nilai RRR ( Reserve Replacement Ratio) dari minyak bumi itu sendiri. Efek yang terjadi akibat hal ini, akan dipaksakan dibuang terhadap pertumbuhan di penggunaan sektor energi yang lain. Selain itu,pembangunan beberapa pembangkit EBT sangat dirasa mampu menutupi kebutuhan energi listrik nasional. Berdasarkan data Kementrian ESDM ,per tahun 2017, kontribusi besaran daya hasil dari sumber energi EBT sebesar 9,0 GW yang merupakan 15 % dari total kebutuhan energi di Indonesia. Sementara itu, target yang bisa diproyeksikan pemerintah dalam penggunaan energi EBT ini sebesar 169 GW per tahun 2050 atau sekitar 39% dari kebutuhan energi nasional.
Kembali lagi, jika kita menilik semua target tersebut secara non-ideal, kondisi suasana bisnis perminyakan dan gas bumi di Indonesia sangat bertendensi membebani APBN. Apalagi kondisi perekonomian akhir-akhir ini melesu. Berdasarkan data dari Impor Minyak dan Gas (Migas) Indonesia yang tumbuh lebih cepat dibanding ekspor migas membuat defisit neraca perdagangan migas nasional mencatat rekor terdalam sepanjang 44 bulan terakhir. Badan Pusat Statistik mencatat nilai impor migas untuk periode Januari-Agustus 2018 meningkat 28,31% menjadi US$ 19,76 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementera nilai  ekspor hanya naik 14,04% menjadi US$ 11,41 miliar dari sebelumnya. Hal ini membuat beberapa proyek EBT ditunda dan diturunkan target pemenuhannya meskipun elektrifikasinya masih dikondisikan tetap, semisal pada rencana Mega Proyek kelistrikan nasional.Penyelesaian proyek tersebut merupakan proyek pembangunan pembangkit listrik 35 ribu MW dengan nilai investasi berkisar 24-25 miliar dolar AS. Proyek tersebut merupakan salah satu yang belum mencapai tahap penyelesaian pembiayaan (financial close/FC). Seperti dilansir Bloomberg, Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan, langkah tersebut diambil guna mengurangi tekanan pada impor sebesar 8 hingga 10 miliar dolar AS.
Berkaca dari Proyek Mega kelistrikan nasional, sebenarnya pemerintah sangat riskan sekali jika tetap mencanangkan target bauran untuk 2025 dan 2050 dengan komposisi yang tetap. Memang berat di awal dan ringan di akhir namun, berat awal untuk masa ini sangat berat dan menyiksa APBN. Ditambah lagi, jika kita melihat nota keuangan yang dilaporkan Jokowi tahun 2017 lalu bersamaan dengan pengajuan RAPBN, pada poin kedua beliau mengatakan akan melakukan penguatan kualitas belanja negara melalui peningkatan kualitas belanja modal yang produktif, efisiensi belanja non prioritas seperti belanja barang dan subsidi yang harus tepat sasaran, sinergi antara program perlindungan sosial, menjaga dan refocusing anggaran prioritas seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta penguatan kualitas desentralisasi fiskal untuk pengurangan kesenjangan dan perbaikan pelayanan public, bisa dikatakan untuk saat ini, prioritas pemerintah adalah pengembalian iklim segar bagi kondisi perekonomian secepatnya, dan tidak terlalu mengebut garapan bauran energi sebelum pondasi perekonomian kembali baik dan bertenaga untuk menaikkan segala komponen keuangan dalam negeri yang berpotensi surplus terhadap neraca perdaganagan nasioanal,khususnya di bagian komponen spesifik dari GDP ( Gross Domestic Product) yang berpotensi meningkat tahun depan.
Jikalau ditinjau dari aspek investasi energi dalam jangka panjang,program -program pemerintah sangatlah baik dan layak untuk kita dukung dalam mencapai ketahanan energi primer nasional. Program tersebut juga mampu menggerkkan kita untuk memindahkan paradigma lama kita mengenai ketergatungan penggunaan energi fosil secara kontinu. Revolusi industry 4.0 juga dapat dijadikan referensi pemerintah sebagai modal dan latar belakang awal dalam perubahan tata prilaku terhadap pengelolaan energi nasional. Pada aspek kemajuan IPTEK dan sumber daya manusianya juga, paradigma dari Revolusi Industri 4.0 mampu menggerakkan motivasi setiap jajaran institusi pendidikan, ahli, dan para kaum professional untuk terus berpikir mengenai hal-hal energi terbarukan yang sangat akan menjadi tumpuan energi di masa mendatang. Namun, bisa dikatakan bahwa analisis resiko dan counterback oleh  pemerintah perlu ditekankan lagi. Sisi potensial dan subtitusional keenergian juga harus dijaga ketat agar tidak terjadi ketidaktepatan dalam recofusing priority ,seperti dalam nota keuangan pemerintah serta galat dari pemenuhan yang rasional dan ideal juga perlu ditipiskan terutama mengenai agenda kerja dan program keenrgian 2025.
Pada kondisi yang sebenarnya dan seharusnya, bukan mengenai Indonesia sebagai negara yang terlihat berdikari energi non-fosil di mata dunia, namun negara harus memikirkan, agar setiap potensi energi primer nasional terserap secara keseluruhan untuk hajat orang banyak dan mempersiapkan agenda-agenda apa yang akan direalisasikan demi kemakmuran rakyat melalui kontribusi energi nasional sehingga segala isu tentang keenergian fosil yang berpotensi buruk kedepannya bisa kita kendalikan dengan serasional mungkin dan seideal mungkin kedepannya.

 

Advertisements

PERKEMBANGAN INFRASTRUKTUR di DUSUN BUNTALAN

DESA

Gapura masuk Dusun Buntalan

Infrastruktur merupakan parameter yang sangat penting bagi penentuan maju atau tidaknya suatu daerah yang nantinya akan berdampak pada kesejahteraan masya-rakatnya. Kita dapat mengklasifikasikan jenis atau manifestasi infrastruktur secara kasar menjadi beberapa yaitu infrastruktur transportasi, energi, permukiman, layanan publik ( pendidikan dan kesehatan )  dan lainnya yang menyangkut kesejahteraan masyarakat.

Pada tulisan ini, Saya ingin membahas mengenai perkembangan infrastruktur di Dusun Buntalan yang merupakan tempat tinggal saya bersama orang tua sekaligus tempat saya menempuh Pendidikan mulai tingkat dasar hingga tingkat atas, sebelum saya akhirnya merantau jauh kuliah di Kota Kembang (Bandung)Dusun Buntalan merupakan satu dari lima dusun yang ada di Desa Kedawung Wetan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Dusun ini merupakan dusun terbesar dibandingkan dengan lima dusun lainnya. Untuk menuju dusun Buntalan dari pusat Pemerintahan Desa kita harus melewati dua ruas jalan, yakni Jalan Kedawung Kulon sepanjang 1,5 km dan Jalan Syarif Hidayatullah sepanjang 2 km. Di sepanjang jalan tersebut juga dihiasi oleh sungai yang sedikit tidak terawat dengan baik oleh pemerintah daerah setempat. Sebelum tahun 2015, akses untuk menuju pusat pemerintahan desa dari dusun saya sedikit terhambat akibat rusaknya dua jalan utama. Kerusakan tersebut digadang – gadang sebagai akibat dari banyaknya truk tebu yang melewati jalan tersebut. Namun, sejak peraturan baru diterbitkan, kondisi jalan mulai membaik bersamaan dengan pembenahan total jalan oleh pemerintah desa setempat.

scc

Permukiman di sepanjang Jalan Syarif Hidayatullah

12345

Suasana sepanjang Jalan Kedawung Kulon

SUNGAI

sungai di sepanjang jalan di Dusun Buntalan

Selain jalan, pembangunan gedung sekolah tingkat atas juga baru diselesaikan, meskipun masih berstatus swasta, namun masyarakat disana antusias dalam pembangunan gedung sekolahan ini dan rencananya, Pemerintah Kabupaten Pasuruan akan membangun MAN IC bertaraf internasional disana guna meningkatkan mutu Pendidikan di daerah sana yang masih sangat rendah dibandingkan dengan daerah di luar desa tersebut. Untuk masalah permukiman warga, memang masih terlihat sedikit kumuh dibandingkan dengan daerah di pusat kota. Hal ini maklum karena sejak dari dulu, pola pembangunan di dusun ini saling merapat dan berjajar antara rumah satu dengan lainnya.

Capture

SMA Swasta Syarif Hidayatullah

IMG-20171027-WA0006

Pembangunan MAN IC Pasuruan di Dusun Buntalan

Untuk pembangunan layanan kesehatan, Puskesmas Grati telah berdiri sejak 5 tahun yang lalu, yang sebelumnya masyarakat butuh waktu lama untuk menuju puskesmas terdekat yang terletak di pusat kabupaten. selain itu, masjid telah didirikan sejak dua tahun lalu dan sekarang masih tahap perenovasian luaran masjid. Sebelumnya memang sedikit sulit untuk beribadah di masjid karena baru di dusun sebelah terdapat masjid.

sccc

MASJID AL-Falah, proses renovasi luar

images (2)

Puskesmas Grati, berjarak 2 km dari Dusun Buntalan

Akhir -akhir ini, dusun saya mulai ramai karena ada proyek pembangunan jalan tol yang melalui tepat di atas daerah ini. Proyek tersebut merupakan proyek dari pemerintah yang dikerjakan oleh PT WIKA. Hal ini tentunya membawa angin segar bagi masyarakat disana karena pemerataan pembangunan yang mulai memasuki daerah mereka sehingga menambah nilai fasilitas disana serta memanfaatkan momen ini supaya daerah mereka diperhatikan oleh daerah lain.

IMG-20171027-WA0008

Proyek Tol Grati-Prrobolinggo yang dikerjakan PT WIKA  di Dusun Buntalan

 

Sejarah Migas

Bagaimana terjadinya minyak dan gas

bumi ?

Ada tiga faktor utama dalam pembentukan minyak dan/atau gas bumi, yaitu:

  1. Ada “bebatuan asal” (source rock) yang secara geologis memungkinkan

terjadinya pembentukan minyak dan gas bumi.

  1. Adanya perpindahan (migrasi) hidrokarbon dari bebatuan asal menuju ke
    “bebatuan reservoir” (reservoir rock), umumnya sandstone atau limestone
    yang berpori-pori (porous) dan ukurannya cukup untuk menampung
    hidrokarbon tersebut.
  2. Adanya jebakan (entrapment) geologis. Struktur geologis kulit bumi yang
    tidak teratur bentuknya, akibat pergerakan dari bumi sendiri (misalnya
    gempa bumi dan erupsi gunung api) dan erosi oleh air dan angin secara terus
    menerus, dapat menciptakan suatu “ruangan” bawah tanah yang menjadi
    jebakan hidrokarbon. Kalau jebakan ini dilingkupi oleh lapisan yang
    impermeable, maka hidrokarbon tadi akan diam di tempat dan tidak bisa
    bergerak kemana-mana lagi.

Temperatur bawah tanah, yang semakin dalam semakin tinggi, merupakan faktor penting lainnya
dalam pembentukan hidrokarbon. Hidrokarbon jarang terbentuk pada temperatur kurang dari
65oC dan umumnya terurai pada suhu di atas 260oC. Hidrokarbon kebanyakan ditemukan pada
suhu moderat, dari 107 ke 177oC.

skk-migas-640x427

Apa saja komponen-komponen pembentuk minyak bumi ?

Minyak bumi merupakan campuran rumit dari ratusan rantai hidrokarbon, yang umumnya
tersusun atas 85% karbon (C) dan 15% hidrogen (H). Selain itu, juga terdapat bahan organik
dalam jumlah kecil dan mengandung oksigen (O), sulfur (S) atau nitrogen (N).

Apakah ada perbedaan dari jenis-jenis minyak bumi ?

Ada 4 macam yang digolongkan menurut umur dan letak kedalamannya, yaitu:young-shallow,

old-shallow, young-deepdan old-deep.Minyak bumi young-shallow biasanya bersifat masam

(sour), mengandung banyak bahan aromatik, sangat kental dan kandungan sulfurnya
tinggi.Minyak old-shallow biasanya kurang kental, titik didih yang lebih rendah, dan rantai
paraffin yang lebih pendek. Old-deep membutuhkan waktu yang paling lama untuk pemrosesan,
titik didihnya paling rendah dan juga viskositasnya paling encer. Sulfur yang terkandung dapat
teruraikan menjadi H2S yang dapat lepas, sehingga old-deep adalah minyak mentah yang
dikatakan paling “sweet”. Minyak semacam inilah yang paling diinginkan karena dapat
menghasilkan bensin (gasoline) yang paling banyak.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membentuk minyak bumi ?

Sekitar 30-juta tahun di pertengahan jaman Cretaceous, pada akhir jaman dinosaurus, lebih dari
50% dari cadangan minyak dunia yang sudah diketahui terbentuk. Cadangan lainnya bahkan
diperkirakan lebih tua lagi. Dari sebuah fosil yang diketemukan bersamaan dengan minyak bumi
dari jaman Cambrian, diperkirakan umurnya sekitar 544 sampai 505-juta tahun yang lalu.

Para geologis umumnya sependapat bahwa minyak bumi terbentuk selama jutaan tahun dari
organisme, tumbuhan dan hewan, berukuran sangat kecil yang hidup di lautan purba. Begitu
organisme laut ini mati, badannya terkubur di dasar lautan lalu tertimbun pasir dan lumpur,
membentuk lapisan yang kaya zat organik yang akhirnya akan menjadi batuan endapan
(sedimentary rock). Proses ini berulang terus, satu lapisan menutup lapisan sebelumnya. Lalu
selama jutaan tahun berikutnya, lautan di bumi ada yang menyusut atau berpindah tempat.
Deposit yang membentuk batuan endapan umumnya tidak cukup mengandung oksigen untuk
mendekomposisi material organik tadi secara komplit. Bakteri mengurai zat ini, molekul demi
molekul, menjadi material yang kaya hidrogen dan karbon. Tekanan dan temperatur yang
semakin tinggi dari lapisan bebatuan di atasnya kemudian mendistilasi sisa-sisa bahan organik,
lalu pelan-pelan mengubahnya menjadi minyak bumi dan gas alam. Bebatuan yang mengandung
minyak bumi tertua diketahui berumur lebih dari 600-juta tahun. Yang paling muda berumur
sekitar 1-juta tahun. Secara umum bebatuan dimana diketemukan minyak berumur antara 10-juta
dan 270-juta tahun.

Bagaimana caranya menemukan minyak bumi ?

Ada berbagai macam cara: observasi geologi, survei gravitasi, survei magnetik, survei seismik,

membor sumur uji, atau dengan educated guess dan faktor keberuntungan.

Survei gravitasi: metode ini mengukur variasi medan gravitasi bumi yang

disebabkan perbedaan densitas material di struktur geologi kulit bumi.

Survei magnetik: metode ini mengukur variasi medan magnetik bumi yang
disebabkan perbedaan properti magnetik dari bebatuan di bawah
permukaan. Survei magnetik dan gravitasi biasanya dilakukan di wilayah
yang luas seperti misalnya suatu cekungan (basin).

Survei seismik menggunakan gelombang kejut (shock-wave) buatan yang
diarahkan untuk melalui bebatuan menuju target reservoir dan daerah
sekitarnya. Oleh berbagai lapisan material di bawah tanah, gelombang kejut
ini akan dipantulkan ke permukaan dan ditangkap oleh alat receivers sebagai
pulsa tekanan (oleh hydrophone di daerah perairan) atau sebagai percepatan
(oleh geophone di darat). Sinyal pantulan ini lalu diproses secara digital
menjadi sebuah peta akustik bawah permukaan untuk kemudian dapat
diinterpretasikan.

Aplikasi metode seismik:

  1. Tahap eksplorasi: untuk menentukan struktur dan stratigrafi endapan dimana

sumur nanti akan digali.

  1. Tahap penilaian dan pengembangan: untuk mengestimasi volume cadangan
    hidrokarbon dan untuk menyusun rencana pengembangan yang paling baik.
    3. Pada fase produksi: untuk memonitor kondisi reservoir, seperti menganalisis
    kontak antar fluida reservoir (gas-minyak-air), distribusi fluida dan perubahan

tekanan reservoir.

Setelah kita yakin telah menemukan minyak, apa selanjutnya ?
Setelah mengevaluasi reservoir, selanjutnya tahap mengembangkan reservoir. Yang pertama
dilakukan adalah membangun sumur (well-construction) meliputi pemboran (drilling),
memasang tubular sumur (casing) dan penyemenan (cementing). Lalu proses completion untuk
membuat sumur siap digunakan. Proses ini meliputi perforasi yaitu pelubangan dinding sumur;
pemasangan seluruh pipa-pipa dan katup produksi beserta asesorinya untuk mengalirkan minyak
dan gas ke permukaan; pemasangan kepala sumur (wellhead atau chrismast tree) di permukaan;
pemasangan berbagai peralatan keselamatan, pemasangan pompa kalau diperlukan, dsb. Jika
dibutuhkan, metode stimulasi juga dilakukan dalam fase ini. Selanjutnya well-evaluation untuk
mengevaluasi kondisi sumur dan formasi di dalam sumur. Teknik yang paling umum dinamakan
logging yang dapat dilakukan pada saat sumur masih dibor ataupun sumurnya sudah jadi.

adv

Ada berapa macam jenis sumur ?

Di dunia perminyakan umumnya dikenal tiga macam jenis sumur:

  1. Sumur eksplorasi (sering disebut juga wildcat) yaitu sumur yang dibor untuk
    mentukan apakah terdapat minyak atau gas di suatu tempat yang sama
    sekali baru.
  2. Jika sumur eksplorasi menemukan minyak atau gas, maka beberapa sumur konfirmasi (confirmation well) akan dibor di beberapa tempat yang berbeda di sekitarnya untuk memastikan apakah kandungan hidrokarbonnya cukup untuk dikembangkan.
  3. Sumur pengembangan (development well) adalah sumur yang dibor di suatu lapangan minyak yang telah eksis.

Tujuannya untuk mengambil hidrokarbon semaksimal mungkin dari lapangan tersebut.

Istilah persumuran lainnya:

1.Sumur produksi: sumur yang menghasilkan hidrokarbon, baik minyak, gas

ataupun keduanya. Aliran fluida dari bawah ke atas.

2.Sumur injeksi: sumur untuk menginjeksikan fluida tertentu ke dalam

formasi (lihat Enhanced Oil Recovery di bagian akhir). Aliran fluida dari atas

ke bawah.

3.Sumur vertikal: sumur yang bentuknya lurus dan vertikal.

4.Sumur berarah (deviated well, directional well): sumur yang bentuk

geometrinya tidak lurus vertikal, bisa berbentuk huruf S, J atau L.

5.Sumur horisontal: sumur dimana ada bagiannya yang berbentuk

horisontal. Merupakan bagian dari sumur berarah.

Apakah rig ? Apa saja jenis-jenisnya ?

Rig adalah serangkaian peralatan khusus yang digunakan untuk membor sumur atau mengakses
sumur. Ciri utama rig adalah adanya menara yang terbuat dari baja yang digunakan untuk
menaik-turunkan pipa-pipa tubular sumur.

Umumnya, rig dikategorikan menjadi dua macam menurut tempat beroperasinya:

  1. Rig darat (land-rig): beroperasi di darat.
  2. Rig laut (offshore-rig): beroperasi di atas permukaan air (laut, sungai, rawa-

rawa, danau atau delta sungai).

Ada bermacam-macam offshore-rig yang digolongkan berdasarkan kedalaman air:

  1. Swamp barge: kedalaman air maksimal 7m saja. Sangat umum dipakai di

daerah rawa-rawa atau delta sungai.

  1. Tender barge: mirip swamp barge tetapi di pakai di perairan yang lebih

dalam.

  1. Jackup rig: platform yang dapat mengapung dan mempunyai tiga atau empat
    “kaki” yang dapat dinaik-turunkan. Untuk dapat dioperasikan, semua kakinya
    harus diturunkan sampai menginjak dasar laut. Terus badan rig akan diangkat
    sampai di atas permukaan air sehingga bentuknya menjadi semacam
    platform tetap. Untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain, semua
    kakinya haruslah dinaikan terlebih dahulu sehingga badan rig mengapung di
    atas permukaan air. Lalu rig ini ditarik menggunakan beberapa kapal tarik ke
    lokasi yang dituju. Kedalaman operasi rig jackup adalah dari 5m sampai
    200m.
  2. Drilling jacket: platform struktur baja, umumnya berukuran kecil dan cocok
    dipakai di laut tenang dan dangkal. Sering dikombinasikan dengan rig jackup
    atau tender barge.
  3. Semi-submersible rig: sering hanya disebut “semis” merupakan rig jenis
    mengapung. Rig ini “diikat” ke dasar laut menggunakan tali mooring dan
    jangkar agar posisinya tetap di permukaan. Dengan menggunakan thruster,
    yaitu semacam baling-baling di sekelilingnya, rig semis mampu mengatur
    posisinya secara dinamis. Rig semis sering digunakan jika lautnya terlalu
    dalam untuk rig jackup. Karena karakternya yang sangat stabil, rig ini juga
    popular dipakai di daerah laut berombak besar dan bercuaca buruk.
  4. Drill ship: prinsipnya menaruh rig di atas sebuah kapal laut. Sangat cocok

dipakai di daerah laut dalam. Posisi kapal dikontrol oleh sistem thruster

berpengendali komputer. Dapat bergerak sendiri dan daya muatnya yang
paling banyak membuatnya sering dipakai di daerah terpencil atau jauh dari
darat.

Dari fungsinya, rig dapat digolongkan menjadi dua macam:

  1. Drilling rig: rig yang dipakai untuk membor sumur, baik sumur baru, cabang

sumur baru maupun memperdalam sumur lama.

  1. Workover rig: fungsinya untuk melakukan sesuatu terhadap sumur yang telah

ada, misalnya untuk perawatan, perbaikan, penutupan, dsb.

Asal Usul Ilmu Fisika

Nah, Temen-temen. Sekilas ini info tentang defenisi Fisika sebagai ilmu dan riset. Jangan terlalu dipikir pusing, nikmati aja bacaan ini. Kalo ada yang gak ngerti, comment aja di comment box ya………:);):D

Salam Fisika!

Fisika (bahasa Yunani: φυσικός (fysikós), “alamiah”, dan φύσις (fýsis), “alam”) adalah sains atau ilmu tentang alam dalam makna yang terluas. Fisika mempelajari gejala alam yang tidak hidup atau materi dalam lingkup ruang dan waktu. Parafisikawan atau ahli fisika mempelajari perilaku dan sifat materi dalam bidang yang sangat beragam, mulai dari partikel submikroskopis yang membentuk segala materi (fisika partikel) hingga perilaku materi alam semesta sebagai satu kesatuankosmos.

Beberapa sifat yang dipelajari dalam fisika merupakan sifat yang ada dalam semua sistem materi yang ada, seperti hukumkekekalan energi. Sifat semacam ini sering disebut sebagai hukum fisika. Fisika sering disebut sebagai “ilmu paling mendasar”, karena setiap ilmu alam lainnya (biologi, kimia, geologi, dan lain-lain) mempelajari jenis sistem materi tertentu yang mematuhi hukum fisika. Misalnya, kimia adalah ilmu tentang molekul dan zat kimia yang dibentuknya. Sifat suatu zat kimia ditentukan oleh sifat molekul yang membentuknya, yang dapat dijelaskan oleh ilmu fisika seperti mekanika kuantum, termodinamika, dan elektromagnetika. Hebat ya, Tuhan mendedikasikan segala kebesaran-Nya lewat ilmu ini.:)

Continue reading

Tokoh Penggagas Fisika Asyik

Nih, postingan pertama Anwar dalam menjalankan H-1 buat blog gratis( maklum ngirit biaya). Tujuannya sebagai agen dalam mendemonstrasikan betapa ajaib dan mudahnya fisika dengan melalui trik-trik logika yang kita punya. Orang inggris bilang, “The basic goal of physics is not mathematical elegant or even the achievement of tenure, but learning the truth about the world around us”. Philip W. Anderson, Physics Today 43 (2), 9 (1990) Bisa kan translate-nya? Anwar yakin kalian bisa semua, apalagi yang nilai TOEFL-nya 550, wow, Just a piece of cake:). Nih, saya beritahu tentang seminar dan jejak Pak Yohanes Surya dalam mengembangkan ” Phisycs is easy “. ………….Dalam sebuah seminar, Yohanes Surya memberikan contoh-contoh bagaimana memecahkan soal-soal fisika tanpa rumus dan terbukti bahwa tanpa rumus-rumus, soal-soal fisika dapat dipecahkan. Yohanes Surya mengatakan bahwa: fisika yang mudah itu, yang telah ia kembangkan, adalah fisika yang tanpa rumus. Selama ini memang fisika dianggap keliru oleh banyak orang, fisika dianggap hanya rumus, rumus, dan rumus saja. Continue reading